<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7851441250180451763?origin\x3dhttp://oliviamanda.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
  home     about     words     follow  

Hati-Hati Ngomong Kasar ke Sobat!

posted on Sabtu, 02 April 2011


Biarpun judulnya teman akrab, kita tetap nggak bisa seenaknya ke sobat. Termasuk,  ucapan kita ke sobat. Kalau kasar, bisa bahaya!

Bahaya 1:
Komentar “sambil lewat” kita yang terasa pedas di telinga, sangat mungkin menyulut kemarahan sobat. Ujung-ujungnya kita pun jadi berantem hebat.

Bahaya 2: 
Sahabat jadi merasa kalau dia juga berhak berkata kasar kepada kita. Kalau sudah begini nggak bisa protes, kan?

Bahaya 3: 
Dia nggak membalas, tapi dalam hati tersinggung berat. Hubungan persahabatan juga jadi nggak enak, dan terancam bubar.

Bahaya 4:
Jadi bahan omongan orang-orang di sekitar kita. Bukannya mau usil, tapi mereka juga jadi gerah dengan ucapan kita.

Bahaya 5: 
Lebih jauh lagi, kita mendapat cap sebagai si mulut kasar, miss rese, dan lain sebagainya. Jika sudah terlanjur seperti ini, akan sulit untuk memulihkan nama baik kita.

So, think before you speak

(sumber : GADIS)

Label: , ,

← backwards • layout by lemoncontinue →