<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7851441250180451763?origin\x3dhttp://oliviamanda.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
  home     about     words     follow  

ketika semua berjalan

posted on Kamis, 16 Mei 2013

ketika semua bermulai.
tentang seseorang yang diam-diam memperhatikan. dia yang memendam tanpa memperlihatkan. yang dengan diam-diam memulai sebuah percakapan. bukan percakapan biasa yang diawali dengan sepatah kata mainstream, "hai" ataupun "halo"

ketika aku mulai mengikuti.
dengan semua percakapan yang dia awali. yang lagi-lagi tidak menggunakan kata-kata mainstream itu. tentang rasa nyaman yang tiba-tiba muncul. tanpa aku mengetahui apa yang ada dibelakangnya, tentang satu bayangan. yang aku tidak pernah menyangka akan mengganggu dan melukai perasaannya, mungkin?
tapi bagaimana? aku bahkan pernah ingin mundur. aku pernah memilih menjadi bayangan dari bayangan itu. tapi lagi-lagi aku ditahan. aku tidak menolak, aku tetap mengikuti.

ketika semua berjalan.
tentang pertemuan yang tidak disengaja. tentang senyuman yang tidak pernah dipikirkan. tentang tatapan yang tidak sengaja beradu. tentang penantian yang tidak berujung. aku hanya tidak ingin mengakhiri semua ke-tidak-sengaja-an itu.

dan ketika semua terus berjalan................
bagaimana tentang jendela kelasmu yang pernah menungguku menyapamu?
bagaimana tentang koridor yang pernah mengadu tatapan itu?
bagaimana tentang bangku kelasku yang pernah menunggumu melewati kelasku?
bagaimana tentang kebisingan kelasku yang menungguku setiap pagi untuk menceritakanmu kepada teman-temanku?

lalu, ketika semua memaksa waktu untuk terus berjalan, aku harus membiarkan semua kosong?
kosong. tanpa kamu di jendela kelasmu sewaktu aku berjalan dibawahnya.
tanpa kamu di koridor sewaktu aku melewatinya.
tanpa kamu yang aku tunggu, berjalan di depan kelasku.

aku berbohong jika tidak menginginkan hal-hal kecil tersebut kembali

Label:

← backwards • layout by lemoncontinue →